Rabu, 05 November 2014

Cloud Storage

Cloud Storage

https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2014/02/cloud-storage.jpg

 

Pengertian dan Sejarah Dari Teknologi Cloud Storage

Cloud Storage adalah sebuah teknologi penyimpanan data digital yang memanfaatkan adanya server virtual sebagai media penyimpanan. Tidak seperti media penyimpanan perangkat keras pada umumnya seperti CD atau hard disk, teknologi Cloud Storage tidak membutuhkan perangkat tambahan apapun. Yang anda perlukan untuk mengakses file digital anda hanyalah perangkat komputer atau gadget yang telah dilengkapi layanan internet
Keunggulan Dari Teknologi Cloud Storage
Dengan mengadopsi penggunaan internet sebagai media simpannya, teknologi Cloud Storage nyatanya mempunyai banyak sekali keunggulan jika dibandingkan dengan media penyimpanan perangkat keras seperti CD, hard disk, portable disk atau bentuk yang lain. Secara umum ada 3 keunggulan teknologi Cloud Storage.
#1. Yang pertama adalah mengenai sisi Skalabilitas, maksudnya adalah penggunaan Cloud Storage dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari pengguna itu sendiri. Dengan penambahan perangkat keras, sebuah penyedia layanan Cloud Storage bisa meningkatkan daya tampung datanya. Dan bagi para pengguna tentunya menjadi pilihan yang lebih baik dan efektif dengan menyesuaikan kapasitas Cloud Storage yang diperlukan.
#2. Yang kedua adalah dalam hal aksesibiltas, maksudnya adalah kemudahan ketika anda ingin menggunakan layanan tersebut. Dengan adanya teknologi Cloud Storage, anda bisa dengan mudah mengunduh, membuka atau melakukan editing terhadap data yang telah tersimpan kapanpun dan dimanapun selama perangkat anda masih terkoneksi internet. Hal ini menjadi opsi yang sangat penting bagi para pengguna layanan Cloud Storage terutama bagi perusahaan yang membutuhkan bisa mengakses data yang diperlukan dengan lebih mudah dan cepat.
#3. Keuntungan yang ketiga dari teknologi Cloud Storage adalah masalah keamanan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang paling penting karena para pengguna tentunya mengharapkan data yang tersimpan di Cloud Storage dapat terjaga keamanannya. Tidak hanya itu dengan menyimpan data digitalnya pada Cloud Storage akan mengurangi resiko kehilangan data jika terjadi masalah pada perangkat elektronik kita. Kejadian hilangnya data akibat kerusakan perangkat seperti komputer, laptop atau gadget lain pun bisa teratasi dengan adanya teknologi penyimpanan tersebut.

Macam-Macam Cloud Storage
http://blastoise85.files.wordpress.com/2013/06/cloudstorage.png
ada banyak penyedia layanan cloud, masing-masing memiliki kekhususan misal dalam jenis data yang disimpan, seperti data dokumen, gambar, musik, dll. Beberapa penyedia layanan cloud antara lain :
- Amazon cloud drive
- Amazon cloud Player
- Apple iClouds
   merupakan layanan komputasi awan untuk penyimpanan data yang eksklusif untuk iDevice atau produk-produk Apple seperti: iMac, Macbook, iPad, iPhone, dan iPod Touch.
- Apple iTunes Match
- Bitcasa
- Box
  Box merupakan layanan kumputasi awan yang lebih fokus untuk menangani kelas bussines dan enterprise IT. Situs ini adalah tempat penyimpanan data online pertama yang pernah ada di dunia maya. Box diluncurkan pertama kali pada tahun 2005 silam dan telah memiliki banyak pengguna sampai sekarang ini. Dua jenis layanan yang ditawarkan oleh Box, yaitu untuk pengguna umum dan pengguna bisnis.Untuk setiap sistem operasi dan browser yang dipakai penggunanya, Box menawarkan layanan yang berbeda, seperti scanning, sharing, dan editing. Box dapat diakses dengan menggunakan perangkat dengan sistem operasi Windows, Mac, iOS, Android, dan BlackBerry.
- Certanisafe
- Cubby
- CX
- Google Drive
  Cloud storage besutan Google ini dilengkapi sejumlah fitur unggulan. Pengguna Google Drive dapat menyimpan foto atau gambar, video, aplikasi dan segala macam jenis data di dalamnya. Bisa dikolaborasikan dengan berbagai layanan google lainnya google apps, google mail, doc, dll, sehingga membuat suatu perkerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
- Idrive
- Microsoft OneDrive
  Bisa dibilang Cloud Storage besutan Microsoft ini menyediakan kapasitas yang paling besar untuk versi gratisnya dan harga yang murah untuk tambahannya dibanding Cloud Storage lainnya.
- MiMedia
- Mozy
  Mozy adalah keluar dengan aplikasi IOS baru yang bekerja dengan account layanan backup online gratis dan berbayar membiarkan pengguna menemukan foto, dokumen, dan data lain dari layar kecil dan membukanya, kirimkan bersama, atau bahkan mengirimkannya ke facebook.
- SafeSync for home

Manfaat Cloud Storage
manfaat cluod storage itu antara lain :
1) Kolaborasi
Berkolaborasi di sini diartikan sebagai bekerja secara bersama-sama, di lingkungan perkantoran, cloud storage dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk berkolaborasi antar sesama karyawan dimana dpt memanfaatkan cloud storage untuk saling bertukar pikiran dan ide. Sehingga, pekerjaan yang dilakukan dapat lebih efektif dan cepat selesai.
2) Back-up Data Penting
Kita seringkali menyimpan data-data penting kita di dalam pc, laptop, harddisk eksternal, maupun gadget lainnya. Namun pernahkah terpikir dalam benak Anda, bagaimana jika data tersebut hilang? Alat elektronik sangatlah rentan terhadap kerusakan. Belum lagi ancaman virus yang dapat merusak ataupun menghilangkan data kita. Dengan mengunggah data-data penting kita ke layanan cloud storage, kita tidak perlu khawatir lagi kehilangan data-data penting yang kita miliki. Sangat berguna bagi para eksekutif kantoran, mahasiswa (bahan-bahan skripsi hilang adalah kasus yang paling sering terjadi), maupun pelajar yang masih sekolah (nyimpen foto pacar mungkin?
3) Alat Berbagi
Layanan cloud storage dapat kita gunakan untuk membagi file yang kita punya kepada orang lain. Fungsi yang sering kita temui di layanan file sharing seperti Mediafire maupun 4shared ini juga dapat dijumpai di cloud storage. Kelebihan nya lagi, cloud storage memiliki fungsi auto-synchronize yang tidak dimiliki oleh layanan file sharing sehingga kita tidak perlu repot-repot menggunggah file yang akan disebarkan.

Jenis-jenis Cloud storage :
Personal Cloud Storage
Atau dikenal sebagai mobile cloud storage, merupakan bagian dari public cloud storage yang digunakan untuk menyimpan data perorangan pada cloud dan menyediakan akses data tersebut dimanapun berada. Terdapat juga layanan sinkronisasi data dan sharing ke berbagai devices. Contohnya adalah Apple iCloud.
Public Cloud Storage
Yaitu dimana perusahaan menyewa penyedia layanan storage untuk menyediakan cloud storage dan mengatur keseluruhan data perusahaan pada cloud. Model public cloud storage ini cocok untuk jenis data yang tidak terstruktur. Contoh penyedia layanan public cloud storage adalah Simple Storage Service (S3) dari Amazon.
Private Cloud Storage
Suatu bentuk cloud storage dimana perusahaan dan penyedia layanan cloud berintegrasi dalam pusat data perusahaan. Penyedia layanan cloud membentuk suatu infrastruktur dalam pusat data perusahaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan dan kecepatan akses data, ditambah semua kelebihan cloud storage. 
Hybrid Cloud Storage
Hybrid cloud storage adalah kombinasi dari public dan private cloud storage dimana data-data penting disimpan dalam private cloud perusahaan dan data-data lain dan arsip data disimpan serta diakses melalui public cloud storage pada penyedia layanan cloud.
Kelebihan dan Kelemahan Cloud Sorage :
Kelebihan menggunakan cloud storage antara lain kemudahan dalam melakukan akses pada data, tersedianya data cadangan dan pengarsipan, ditambah lagi dengan biaya yang lebih murah dibandingkan jika harus membeli perangkat keras khusus untuk penyimpanan data. 
Namun salah satu yang harus dipertimbangkan jika menyimpan data di cloud adalah sisi keamanan data tersebut. Selain itu tentu saja karena sifatnya yang remote dan memerlukan koneksi internet untuk mengakses data,  maka pemakai sangat tergantung pada bandwidth yang tersedia. Kegiatan sharing data dapat terganggu  jika koneksi internet sangat lambat atau sedang tidak stabil.

Mengembalikan Data Flashdisk yang Hilang Karena VIRUS ?. Virus merupakan masalah nomor 1 yang paling sering dihadapi oleh para pengguna komputer, laptop, handphone dll. Hal ini sangat menjengkelkan karena virus yang sudah membuat sarang di komputer/laptop, akan menghilangkan dan menghancurkan file – file yang ada di dalamnya dan termasuk flashdisk. Flashdisk sebagai media penyimpanan data yang dikhususkan untuk menyimpan data – data penting bagi beberapa orang, begitu di colokan pada komputer yang bervirus maka dengan seketika file – file yang ada di dalam drive flashdisk tersebut hilang bahkan tidak sedikit file – file tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi. Betapa tidak kesal, dengan hal seperti ini apalagi sudah bersusah payah mengerjakan namun dengan gampang hilang dan rusak begitu saja ketika flasdisk di colokan ke komputer/laptop yang terinfeksi oleh virus.
Jika anda pernah mengalami kejadian seperti diatas, pastinya anda akan merasakan kesal. dan sebagai pengetahuan, beberapa virus yang menyebabkan data flasdisk hilang itu biasa disebabkan oleh jenis dari virus “W32.Changeup” dan banyak lagi jenis – jenis nya, hanya saja virus dengan jenis W32.Changeup” ini lah yang sering dijumpai. (Mengembalikan Data Flashdisk yang Hilang Karena VIRUS ?)
W32 Changeup
W32 Changeup
Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan jika ingin Mengembalikan data flasdisk anda yang hilang atau hidden file, anda bisa gunakan bantuan antivirus smadav atau dengan menggunakan cara manual. Nah, berikut ini langkah-langkah sederhana mengembalikan data flasdisk yang hilang atau hidden file anda dengan cara manual (untuk semua OS). (Mengembalikan Data Flashdisk yang Hilang Karena VIRUS ?)
1. Jika anda menggunakan windows 7, coba anda cari menu Organize yang terletak pada sudut kiri atas windows explorer anda.
2. Klik, dan pilih menu Folder and Search Option.
3. Akan muncul tampilan Folder option, kemudian anda klik Tab View, hilang kan centang pada 3 pilihan
- Hide empty drives in the computer folder
- Hide Extensions for known file types
- Hide protected operating system files (recommended) untuk pilihan ini akan ada warning dari windows. tekan yes saja. Setelah itu pilih Show hidden files and Folders
4. Masuk ke Flasdisk anda, coba cek data milik anda apakah ada disana. Biasanya kalau data yang hilang karena virus, maka file atau folder anda akan terlihat buram-buram.
5. Langkah kelima ini merupakan langkah penting untuk mengembalikan data pada flasdisk anda.
- Tekan Win + R, untuk memunculkan kotak dialog run
- Ketik CMD pada kotak dialog run, kemudian enter untuk menampilkan comand prompt
- Sebelumnya, anda cari lokasi flasdisk anda Apakah drive letter nya di I ? di H ? atau di G ? nah, jika misalnya posisi flasdisk anda pada drive letter H, maka ketikan “H:” (tanpa tanda kutip) lalu enter.
- Kemudian masukan attribut “attrib -r -a -s -h *.* /s /d /l ” (tanpa tanda kutip) lalu kemudian enter.

command prompt
command prompt
6. Jika file yang hilang itu banyak, maka akan membutuhkan loading beberapa menit. Jika sudah selesai dan file anda sudah kembali silahkan tutup comand prompt, kemudian kembalikan settingan pada langkah 3 seperti semula. Jika tidak anda kembalikan, maka akan banyak sekali file system yang aneh, khawatirnya nanti tanpa sengaja anda kemudian mendelet file tersebut. Semoga bermanfaat dan berguna. (Mengembalikan Data Flashdisk yang Hilang Karena VIRUS 

Cara mengembalikan file yang terhapus di komputer (restore), baik dihapus secara sengaja maupun tidak disengaja.

recuva untuk mengembalikan file yang terhapusKemungkinan terbaik bila sudah menghapus file adalah file tersebuk masuk ke dalam recycle bin dan file yang terhapus dapat segera dikembalikan, tapi kemungkinan terburuknya adalah file sudah hilang dan tidak ada lagi di recycle bin.
Dahulu kala saat MS-DOS berjaya anda bisa menggunakan perintah ‘Undelete’ untuk mengembalikan file yang terhapus.
Lalu saat Windows 98 dan Windows XP populer tools yang terkenal adalah Norton Utillities, tapi sekarang salah satu tool yang berguna untuk mengembalikan file yang sudah terhapus adalah menggunakan Recuva dari Piriform.
Program ini gratis, mudah pemakaiannya, kompatibel dengan semua versi Windows, dan dapat mengembalikan file yang terdelete dari harddisk, flashdisk, MMC, SD card, disket, dll.
Untuk mendownload program ini silahkan kunjungi situs Recuva

Cara mengembalikan file yang terhapus / terdelete:

  • Jalankan applikasi Recuva setelah menginstallnya dari Start Menu – Programs – Recuva
Restore file yang terdelete
  • Pilih drive dimana file anda telah didelete kemudian klik tombol Scan, tunggu sampai proses pencarian file selesai.
Cara restore file yang terdelete
  • Pilih file yang ingin restore dan klik tombol Restore. Sebelum restore periksa dahulu status file tersebut, warna hijau (excellent) menandakan file tersebut dapat dikembalikan tanpa masalah, kuning (poor) ada beberapa cluster file yang sudah tertimpa dengan file lain, merah (unrecoverable) file sudah tertimpa dengan file lain dan tidak bisa untuk dikembalikan.
Screenshot restore file di Windows
  • Pilih lokasi file akan disimpan, sebaiknya pilih lokasi drive lain untuk menjamin keutuhan data. (tapi infoteknologi sudah mencoba dengan drive yang sama, dan tidak pernah mengalami masalah)
Mengembalikan file yang terdelete
Recuva saat restore file
  • Bila berhasil maka akan ada notifikasi bahwa file sudah direstore ke lokasi yang telah anda tentukan sebelumnya.
Undelete file di Windows
Catatan mengenai software Recuva:
  1. Dapat ‘mengembalikan file yang terhapus’ dari media dengan format partisi NTFS, FAT 32, dan FAT 16. Tidak mendukung format partisi Linux (ext3 dan ext4)
  2. Mampu mengembalikan / restore file yang terhapus di Recycle bin, delete manual dengan shif + del, file yang terhapus otomatis oleh program (contoh program uninstall), data yang hilang karena kerusakan harddisk atau flashdisk, dan juga data yang terhapus di drive network.
  3. Untuk memperbesar rasio keberhasilan mengembalikan file yang terhapus / didelete, sesegera mungkin restore file yang terhapus karena semakin lama jangka waktunya besar kemungkinan file tersebut sudah tertimpa oleh file lain dan tidak dapat direstore.

Cara Mengembalikan Data Hardisk Yang Terformat



Cara Mengembalikan Data Hardisk Yang Terformat - Sebagian besar para pengguna komputer pernah mengalami permasalahan kehilangan data. Hilangnya data bisa terjadi dengan berbagai sebab, antara lain terhapus secara tidak sengaja atau unsur kesengajaan orang lain, salah format ataupun karena virus.
Jika kehilangan data terjadi pada anda, pertama kita pikirkan sudah tentu bagaimana mengembalikan data tersebut kembali.
Hal yang anda harus lakukan adalah mencoba menggunakan beberapa aplikasi yang saya tawarkan pada artikel ini. Mudah-mudahan data anda yang hilang atau telah terformat tersebut bisa dikembalikan seperti semula atau setidaknya sebagian besar.

Cara Mengembalikan Data Hardisk Yang Terformat
Beberapa software yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, yaitu sebagai berikut:
1. PC Inspektor File Recovery versi 4
Download PC Inspektor File Recovery dari http://www.ziddu.com/download/2049337/pci_filerecovery.exe.html (software ini free alias Gratis), kelebihan software ini yaitu mendukung sistem file FAT 12/16/32 dan NTFS. Feature yang baru diantaranya mencari partisi secara otomatis walau boot sector atau FAT telah dibuang atau rusak, recover file dengan waktu dan tanggal yang asli, mendukung saving dari recovered files dalam network drives dan recover file. Install program tersebut di computer anda dengan menjalankan file setup dari file yang sudah anda download.

2. Data yang hilang atau terformat pada flashdisk gunakan Data Doctor Recovery – Pen Drive
Data Doctor Recovery – Pen Drive dapat mengembalikan data untuk beberapa kasus berikut:
Mengembalikan file dan folder yang hilang
Mengembalikan data yang hilang disebabkan oleh virus
Mendukung nama file yang panjang
(Dalam beberapa kasus) Mengembalikan data jika Flash disk telah terformat dengan tipe sistem yang berbeda atau parameter yang berbeda.
Mendukung penuh Pen Drive(USB Flash), Memory Card, Flash Memory, Kamera digital yang suport USB.

Cara penggunaannya :
Install software tersebut pada komputer anda, masukkan serialnya (tersedia dalam paket)
Jalankan programnya, lalu arahkan kursor pada disk drive pada form sebelah kiri
Pilih Advance Search untuk menelusuri data-data sebaik mungkin yang telah hilang dari USB anda, klik anak panah kanan “next”
Klik next lagi untuk memulai pencarian data-data anda, dan program berjalan
Setelah selesai, pilih next, dan check list/pilih data-data yang mana saja yang mau di ambil kembali pada form sebelah kiri
Setelah itu klik kanan mouse anda dan pilih save/simpan dan siapkan folder untuk menyimpan data-data anda yang telah dikembalikan.
Cek folder tersebut, bila disana terdapat data-data anda maka program ini berjalan dengan baik, dan selamat kepada anda bila data anda kembali setelah ter-format pada flash-disk.

Tutup program tersebut, bila ada pilihan pilih “yes” untuk save log data yang telah dijalankan.
Dapatkan softwarenya dengan download alamat link berikut:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=abCblZenYa6Zm52nr6yZlJyiYauWl5Wp1

3. Ontrack Easy Recovery Professional (mengembalikan terhapus dan terformat pada hardisk)
Software ini menyediakan sebuah solusi yang sangat komplit sehubungan dengan data yang hilang atau urusan recovery data yang hilang karena:

Virus.
Sektor yang tidak terbaca
Kesalahan aplikasi, system, atau shut down yang tidak normal.
Kerusakan pada critical area.
Ter-format

Penyebab lain yang memungkinkan hilangnya data.
Software ini di-install pada Windows 98 SE, Me, 2000, or XP, dan dapat me-recover data untuk pada semua sistem windows. Software ini memiliki empat feature utama, yaitu:
Disk Diagnostics, yaitu tool untuk mengecek kondisi hardisk Anda apakah masih bagus atau tidak.
Data Recovery, yaitu tool untuk mengembalikan data / file karena terhapus, terformat, dan sebagainya.
Email Repair, yaitu tool untuk mengembalikan data email Outlook Express yang terhapus atau rusak.
File Repair, yaitu tool untuk memperbaiki data / file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang rusak karena virus atau sebab lain.
Mari kita lihat satu per satu fasilitas yang ada dalam software ini.

3.1. Disk Diagnostics
Tool yang ada dalam Disk Diagnostics ini adalah:
Data Advisor, untuk membuat disket recovery.
Drive Tests, untuk mengetes kondisi fisik dari hard disk (disk drive).
Jumper Viewer, untuk melihat posisi jumper pada hard disk.
Partition Tests, untuk mengecek kondisi partisi hardisk.
Size Manager, untuk melihat kapasitas hard disk
SMART Tests, digunakan untuk mengetes kondisi Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology pada suatu hardisk.

3.2. Data Recovery
Tool-tool yang ada dalam Data Recovery ini adalah:
Advanced Recovery, untuk mencari data yang sudah tidak dapat di-recover dengan tool lain, yaitu karena ter-format, ter-partisi, virus, atau hal lain.
Deleted Recovery, untuk mencari data yang sudah dihapus.
Format Recovery, untuk mencari data pada hard disk yang sudah di-format.
Raw Recovery, untuk mencari file yang hilang berdasarkan signature.
Resume Recovery, semua proses recovery dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan pada lain waktu.
Emergency Media, untuk membuat disket atau CD yang digunakan untuk me-recover data / file hilang.

3.3. Email Repair, digunakan untuk mengembalikan data email Outlook dan Outlook Express yang hilang.

3.4. File Repair, digunakan untuk mengembalikan file-file Microsoft Office dan ZIP yang rusak.
Tool ini dapat memperbaiki file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang corrupt / rusak karena virus atau sebab lain.
Data atau file yang hilang lebih sulit di-recover jika: 1) Anda menambahkan file baru setelah Anda menghapus atau memformat hard disk. 2) Anda menggunakan FAT32 dalam Windows XP.
Satu lagi software yang saya tawarkan untuk mengembalikan data yang terhapus atau telah terformat, yaitu Stellar Phoenix FAT & NTFS.

Panduan Pengenalan Susunan Directory di Linux

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Di dalam Linux, menggunakan filesystem dimana directory akan tersusun ke dalam hirarkis tunggal. Berbeda dengan struktur di windows dimana susunan directory ditentukan dengan kondisi partisi dan harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan untuk partisi pertama di harddisk pertama. Di Linux tidak mengenal konsep drive. Berbagai macam partisi dapat di mount kedalam direktori yang berada di dalah struktur direktori linux.
Di Windows, untuk menunjukkan lokasi sebuah file, kita menuliskan seperti ini;
 D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt
DI lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, berupa seperti berikut;
 $ /Folder/tempat/menyimpan/file.txt
Dari kedua perbedaan diatas, kita dapat mudah melihat perbedaan penggunaan slash di Linux versus backslashes di Windows. Danjuga tidak adanya nama drive (C:, D:, E: dll). Pada saat komputer booting, 'partisi root' akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /. Perlu juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive, yaitu huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang berbeda.
/Folder/tempat/file.txt 
beda dengan
/folder/Tempat/file.TXT
Struktur direktori Linux mengikuti standart “Filesystem Hierarchy Structure (FHS)” yang di pegang oleh Free Standart Group walaupun kebanyakan distribusi memodifikasi standart tersebut.

/ (root)

Struktur direktori di Linux secara umum diawali dengan root filesystem “/” dan tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global. Partisi dimana di letakkan / (root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.

/boot

Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system.map juga terletak didalam /boot. Jika system yang digunakan menggunakan partisi LVM ataupun partisi dalam jaringan. Maka ada baiknya dibuatkan partisi kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional. /boot ini umumnya sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-main dengan kernel.

/sys

Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'system'.

/sbin

Berisi file-file biner yang esensinya untuk sistem dan mengendalikan sistem. File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'super binary'.

/bin

Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'binary'.

/lib

Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'library'

/dev

Merupakan pseudo filesystem, atau directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'device'.

/etc

Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts, /etc/resolv.conf dan lain sebagainya. Di direktori /etc/init.d tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.

/home

Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masing-masing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk server, direktori pengguna masih dikelompokkan lagi kedalam /home/users. Di dalama direktori /home/nama-user tersimpan konfigurasi-konfigurasi yang spesifik terhadap user tersebut. Oleh karena itu, berbeda user, walaupun berada di sistem yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda. Direktori /home merupakan direktori yang paling 'dekat' dengan user. Direktori /home ini bisa berisi dari dokumen-dokumen pekerjaan user hingga file-file hiburan seperti mp3 dan film juga termasuk foto-foto yang dimiliki oleh user. Oleh karena itu, untuk membatasi agar file-file di pengguna tidak mendesak file-file system, sangat umum untuk meletakkan direktori /home di partisi yang terpisah. Hal ini dapat menahan file-file yang disimpan user hingga total ukuran tertentu tanpa mengganggu ruang gerak system.

/media

Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pada distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan device-device yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu susah-dan-repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direktori yang teerbuat baru di sana. Untuk workstation yang terintegrasi dengan jaringan, pada umumnya untuk melakukan mounting storage network juga diletakkan di /media. Dengan dikelompokkan seperti itu maka mudah untuk mengenali bahwa semua yang berada di dalam /media merupakan media penyimpan.

/mnt

Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount point berada di /mnt. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'mount'.

/opt

Direktori /opt saat ini jarang digunakan. Beberapa paket software terpisah menggunakan direktori ini untuk menyimpan paket yang tidak menuju ke lokasi manapun. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'optional'

/usr

Sebuah sub-hirarki dari root filesistem di simpan didalam /usr. Didalam /usr tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user. Jika kita melihat kedalam direktori /usr maka kita juga akan menemukan direktori yang mirip dengan di / yaitu bin, sbin dan lib. Hanya saja, aplikasi dan librari yang terletak /usr tidak terlalu kritikal untuk sistem. Untuk istilah mudahnya, /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro. Misalkan menginstall melalui tar-ball, atau paket yang dibuat sendiri. Jika pengguna termasuk orang yang sering menambah-nambah aplikasi sendiri diluar bawaan paket yang disediakan untuk distro itu, maka direktori /usr sudah dipastikan akan cepat sekali membengkak. Ada baiknya untuk sistem yang penggunanya seperti itu, /usr di berikan partisi sendiri. Untuk aplikasi yang bisa langsung dijalankan, sistem linux akan membaca secara bersamaan yang ada di /bin dan di /usr/bin begitu juga untuk /sbin dan /usr/sbin. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'user'.

/usr/share

Merupakan tempat didalam /usr yang digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform. Misalnya seperti wallpaper yang bisa dan boleh digunakan oleh semua user akan diletakkan didalam /usr/share. Lalu ada juga fonts, dan sound theme yang berkaitan dengan tampilan.

/usr/doc

Merupakan tempat untuk menyimpan dokumentasi dan catatan yang berkaitan dengan aplikasi. Apabila aplikasi third-party yang digunakan merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan baik, maka tentunya juga menyediakan file dokumentasi yang dapat dibaca di dalam /usr/doc.

/usr/src

Merupakan tempat untuk menyimpan source code dari aplikasi sistem. Yang paling umum tersimpan disini adalah source code dari kernel linux. Source code ini sangat bermanfaat untuk melakukan kompilasi ulang atau melakukan optimasi di tingkat kernel dengan dasar kernel sebelumnya.

/usr/include

Di direktori /usr/include tersimpan file-file header dari compiler C. File header ini mendefinisikan struktur dan konstanta yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi yang standart. Direktori didalam /usr/include tersimpan header untuk compiler C++.

/usr/X11R6

Menyimpan sistem X-Window dan hal-hal yang berkaitan dengan X-Window. Subdirectories dibawah /usr/X11R6 tersimpan binari X itu sendiri dan juga dokumentasi, file header, config. icon. sounf, dan sebagainya yang berkaitan dengan grafis.

/usr/local

DI disini tersimpan aplikasi yang terinstall dan file yang yang digunakan di local machine. Jika komputer yang digunakan merupakan bagian dari sebuah jaringan besar, terus direktori /usr lokasi fisiknya terletak di komputer yang berbeda dan di bagikan kedalam jaringan untuk di mount kedalam /usr. Pada jaringan seperti ini, direktori /usr/local akan berisi barang-barang yang hendaknya tidak digunakan di banyak mesin dan hanya di gunakan di local machine saja. Karena kebanyakan komputer tidak memanfaatkan bentuk jaringan seperti yang disebutkan tadi, bukan berarti /usr/local menjadi tidak berguna. Jika kita menemukan aplikasi yang menarik dan secara official tidak tersedia dan bukan bagian dari distro yang digunakan, hendaknya kita menginstallnya kedalam /usr/local. Sebagai contoh, jika aplikasi tambahan yang umum akan tersimpan kedalam /usr/bin, maka aplikasi tambahan yang sifatnya lebih custom hendaknya di simpan di /usr/local/bin. Dengan cara ini maka dapat menghindarkan kebingungan dalam jenis aplikasi yang tersedia dan menjaga sistem tetap bersih dan rapi.

/root

Merupakan direktori home-nya superuser (root). Harap jangan bingung dengan direktori root (/). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi sama sekali berfungsi sangat berbeda.

/var

Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis. Jika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisah dikarenan direktori /var dapat membengkak dengan sangat cepat. Selain itu juga, dengan direktori /var dibuat partisinya sendiri atau secara fisik ditentukan lokasinya, maka dapat mencegah internal fragmentasi, dan proses pencarian file tidak terlalu jauh, hanya seputar cylinder itu-itu saja. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'variative'

/var/log

Merupakan direktori untuk menyimpan berbagai macam log atau catatan yang berkaitan dengan sistem. Isi dari /var/log ini terus terupdate selama sistem berjalan. Oleh karena itu, /var/log merupakan alasan dan penyebab utama direktori /var dapat membengkak dengan gila-gilaan. Walaupun di linux sendiri tersendiri tersedia aplikasi logrotate untuk meredam percepatan pembengkakan direktori /var, tapi tetap juga jika tidak disiapkan ruang tersendiri, ukuran log ini dapat menghantam ruang kosong di sistem. Direktori /var/log ini hendaknya menjadi tempat pertama kita lari apabila di sistem terjadi keanehan. System log linux baik kok, keanehan pun akan di tuliskan dengan gamblang kedalam log. Misalkan pada webserver, /var/log/httpd/access.log akan mencatat siapa saja yang mengakses web yang terpasang dan menuju ke mana. Apabila banyak sekali yang mengunjungi web itu, maka file /var/log/httpd/access.log pun akan terupdate dengan kecepatan luar biasa yang susah untuk diikuti oleh pandangan manusia biasa. Misalkan juga /var/log/syslog, disana tersimpan log yang berkaitan dengan system. Misalkan kita colokkan flash disk, maka dengan mengamati /var/log/syslog kita bisa mengetahui apakah sistem bisa mengenali flashdisk itu dan melakukan auto mount, atau memberikan pesan yang lain. Dari /var/log/syslog juga misalnya kita bisa melihat apakan rule crontab yang kita buat berjalan sesuai waktunya atau tidak. Semakin banyak kejadian yang buruk atau yang baik terjadi di system, maka /var/log pun akan semakin membengkak.

/var/mail

Merupakan direktori untuk menyimpan email masuk dan keluar. Direktori /var/mail ini akan sangat terasa fungsinya jika kita membuat mail server menggunakan postfix, sendmail atau qmail. Sebenarnya tanpa menggunakan mailserver itu, kita juga dapat mengirim email, hanya saja terbatas hanya dalam lingkup mesin kita dan user yang terdapat didalamnya. Apabila mesin yang kita gunakan hanya kita sendiri usernya, tentu saja tidak seru, maka perlu dibuatkan mail server yang sesungguhnya agar aktivitas kirim-mengirim email dapat seheboh dengan mail.yahoo.com ataupun mail.ugm.ac.id. Direktori /var/mail merupakan penyebab kedua yang membuat direktori /var dapat membengkak tidak karuan. Aktivitas dan lalulintas saling kirim email yang tinggi, ditambah lagi dengan attachment yang tidak masuk akal ukurannya, menyebabkan /var/mail bertanggung jawab penuh atas membengkaknya /var. Dengan di berikannya direktori /var sebuah partisi tersendiri, maka apabila direktori /var mentok ke total ukuran partisi, 'hanya' menyebabkan mailserver-nya macet. tapi sistem linux itu sendiri masih bisa berjalan dengan nyaman untuk mengatasi 'kekacauan' di /var. Ada juga cara agar direktori /var tidak segera penuh, dengan menerpakan quota di mail server.

/var/spool

Direktori /var/spool merupakan direktori untuk menyimpan file-file yang spooling atau yang sedang mengantri untuk diproses. Yang umum berada didalam /var/spool ini adalah operasi printing. Apabila linux yang dibangun difungsikan sebagai prnter server, atau sharing printer, maka /var/spool ini juga perlu diperhatikan apabila yang menggunakan printer tersebut orangnya sangat banyak.

/var/run

Di direktori ini tersimpan PID (Process ID) dari layanan-layanan yang berjalan. PID yang tercatat didalam /var/run ini nantinya akan digunakan oleh script didalam /etc/init.d/* untuk mengendalikan layanan yang tersedia di linux.

/proc

Direktori /proc juga merupakan pseudo filesystem yang mirip dengan /dev. Bedanya, /proc ini murni hanya berkaitan dengan sistem dan tidak menyangkut pada device. Jika kita melakukan pengecekan ukuran penggunaan space, jangan terkecoh dengan direktori /proc yang tercatat menunjukkan memakan space sangat besar. Segala macam space yang tertulis disitu sama sekali tidak terdapat di dalam media penyimpanan harddisk. Jadi direktori /proc sebenarnya tidak ada sama sekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem, tetapi jika kita mengubah isi informasi dari beberapa file /proc juga dapat mengubah sifat jalannya sistem. Jangan takut apabila sistem berubah menjadi aneh tatkala kita mengubah isi /proc. Selama pengubahan isi hanya menggunakan echo, maka dengan merestart system, maka isi /proc pun akan langsung kembali ke semula. Misalkan kita ingin melakukan forwarding network, maka informasi pada /proc/sys/net/ipv4/ip_forward yang semula berisi 0 tinggal di ubah menjadi 1. Misalkan kita melihat informasi processor, maka kita dapat melihat dalam /proc/cpuinfo. Tapi jangan harap dengan mengedit /proc/cpuinfo maka kita akan mendapat cpu yang bekerja dengan clock cycle yang lebih menakjubkan.

/tmp

Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'temporary'

/lost+found

Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berhasil di recover saat sistem crash. Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita dapat menemukan file yang hilang.
Nama Kelompok : - Ashlih Khoirul Ikhsan
                             - M.Nur Tarsyam H.A.